Misi “kemanusiaan” Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Negeri Kincir Angin

CNKK di Vollendam

CNKK di Vollendam

Ternyata tidak hanya di Indonesia, Cak Nun bersama Kiaikanjeng juga meluncur ke negeri seberang dalam rangka misi kemanusian, Beliau diundang masyarakat Belanda dengan prakarsa PKN (Protestantse Kerk in Nederland) dari tanggal 6 sampai dengan 20 oktober 2008.

Terus terang saya ikut bangga mendengarnya karena masih ada sekelompok putra nusantara yang masih dibutuhkan oleh bangsa lain seperti Belanda untuk belajar bersama bagaimana menciptakan keharmonisan dalam mayarakat yang majemuk.

Dalam setiap pentasnya maupun dalam acara dialog di Belanda, Beliau selalu menegaskan identitasnya sebagai muslim. Namun dengan kekhasan kebijaksanaan cara pandang dan sikap serta budi pekerti Cak Nun bersama Kiaikanjeng yang lembut, situasi pementasan dan dialog dengan masyarakat Belanda selalu mencair walau terbentang perbedaan budaya yang luar biasa besar antara indonesia dan belanda.

Saya amati tak satupun kelompok masyarakat Belanda yang terlepas dari perhatian beliau. Semua merasa dihargai tanpa melihat perbedaan suku, agama dan ras. Itulah kekuatan dahsyat yang dimiliki Cak Nun dan Kiaikanjeng.

Jujur saja sebetulnya saya tidak terlalu bangga kepada sosoknya namun saya bangga dan haru kepada budi pekertinya. Bahkan secara tak sadar air mata ini menetes  karena keluasan cintanya kepada sesama dan alam semesta. Cak Nun bersama isteri Novia Kolopaking dan rombongan non stop menyusuri kota-kota di Belanda mulai dari Den Haag, Amsterdam, Deventer, Nijmegen dan hari ini Zwolle, hanya untuk menyapa masyarakat dengan cinta yang mereka bawa dari Tuhannya.

Sungguh tidak ada perbedaan antara penduduk asli dan pendatang di Belanda, semua diharapkan bisa menyumbangkan sumbangsih terbaik untuk perbaikan umat manusia, itulah pesan implisit beliau kepada seluruh masyarakat Belanda. Kualitas umat manusia terbaik adalah ketika sukma bersih dari dengki dan ingkar, sehingga yang ada hanya cinta dan rasa syukur kepada Penciptanya yang tercermin dengan budi pekerti yang luhur terhadap sesama.

Simbol kunjungan Cak Nun dan Kiaikanjeng ke belanda ini sebetulnya mengartikan bahwa Belanda dan Indonesia  ingin belajar bersama untuk menuju ke kutub cinta. Indonesia melalui Cak Nun membawa cinta dan Belanda memberi makna.

Akhir kata, sebetulnya misi para nabi yang di mulai dari nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW adalah misi kemanusiaan. Misi dimana fokusnya adalah semata untuk kesejahteraan umat manusia, sejahtera bila mana bebas dari bahaya, dan penderitaan lahir batin. Yang ada hanya saling mencintai, saling melindungi satu sama lain, seperti kasih sayang yang ada dalam kapal nabi Nuh AS.

Semoga Tuhan memasukkan kita semua kedalam kapal Nabi Nuh yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang dibawah pimpinan Panglima cinta sejati Nabi Muhammad SAW.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s