Pergulatan jiwa

Pengalaman kesadaran ketuhanan (God Consciousness) memang bisa datang kapan saja dan mengena kepada siapa saja yang mencarinya. Upaya meningkatkan kesadaran ketuhanan bukanlah perjalanan mulus, namun penuh gelombang serta onak dan duri. Termasuk perjalanan tauhid Nabi Muhammad SAW-pun penuh liku dan ujian yang berlipat ganda.

Perjalanan tauhid adalah perjalanan menemukan diri sbg manusia, dengan kata lain sebuah proses melepaskan dan membuang predikat-predikat “palsu” yang hanya akan menjadi hijab antara manusia dengan Tuhan-nya. Setiap jiwa berproses menempuh jalannya masing-masing  sebagai upaya menuju kesempurnaan tauhid yang ditandai adanya transformasi dan bahkan metamorfose menjadi pribadi yang nobel alias mulia (akhlaq).

Saya melihat semakin banyak “forum syurga” yang terus berkembang. Forum syurga yang saya maksudkan adalah forum dimana manusia saling belajar mencintai satu sama lain. Penuh keterbukaan untuk saling belajar serta “apa adanya”, tidak ada perbedaan antara isi hati, ucapan dan perbuatan. Eksistensi forum syurga adalah sebuah keniscayaan untuk mengimbangi perilaku manusia disisi lain yang membinasakan akibat pengingkaran dan kemunafikan.

Dengan adanya pengingkaran dan kemunafikan yang sempurna kepada hukum-hukum Tuhan seperti  saat ini terjadi di tanah air dan bahkan seluruh belahan bumi lainnya, adanya forum syurga  akan menjadi air dan udara segar  yang akan mendinginkan dan menyuburkan kembali kegersangan jiwa manusia. Disaat manusia mabuk dengan urusan dunia dan bahkan harus saling membunuh menganiaya jiwa raga satu sama lain, manusia syurga datang membawa cinta dan kasih sayang dari Tuhan-nya.

Tak sedikit juga yang kebingungan dan bahkan tersesat jauh dari obesesi yang haq. Saya tidak bilang bahwa saya dalam obesesi beragama yg benar, namun ada keyakinan bahwa dengan menjadi manusia biasa-biasa saja maka petunjuk akan selalu datang meluruskan menuju penghambaan totalitas. Diri ini jelmaan dari ceceren-ceceren air mani yang terpilih yang kemudian membuahi sel telur dan menjadi ovum hingga beruwujud menjadi manusia saat ini. Sungguh tak ada kepantasan membusungkan dada apalagi semena-mena kepada sesama hamba yang sama-sama tercipta dari sperma.

Baru-baru ini saya sempat pulang kampung dijawa timur setelah saya 8 tahun hidup merantau dinegeri orang. Sedihnya bukan main bahwa tidak hanya ditingkat pusat manusia terang-terang menentang Allah, dikota kecilpun termasuk dimana saya lahir, tidak hanya petingginya, namun hampir semua sudah sempurna manjadi manusia materalis. Semua diukur dengan materi dan materi telah menjadi tuhan secara sempurna di negeri ini.

Demi Allah ini tak terbantahkan! termasuk para “ulama”, dan “cendikiawan” sekalipun telah berselingkuh sempurna dengan materi dan secara terang-terangan menetang hukum Allah. Contoh yang paling nyata adalah ketika akan masuk pns dikotaku sendiri. Dikota kecilpun sudah bermain ratusan juta sabagai uang sogok dan semua orang mengamini “kultur dzolim” ini termasuk para kiai-pun tenggelam dalam eforia materialisme. Akibatnya hanya orang-orang yang mempunyai “kekuatan” sajalah yang menikmati kekayaan bumi Allah ini, dan orang lemah semakin tersingkir, semakin melarat, semakin kurus kering dan akhirnya mati mengenaskan. Laila hailla anta subhnaka inni kuntu minadzdzlolimin.

Tak mungkin kita masuk kedalam sistem dzolim ini, semua warga yang mencintai negeri ini karena Tuhan-nya, membutuhkan sistem baru dangan ruh baru yang bersumber dari ruh tiupan-Nya. Manusia-manusia kompatibel dengan Tuhan-nyalah yang mampu untuk mempelopori terbentuknya sistem baru ini.

NKRI akan “ tenggelam dan binasa”, karena secara terus menerus membohongi Tuhan mereka, kecuali ada kesadaran dan taubat bersama untuk kembali sujud kepada-Nya. Sujud tidak hanya dalam sholat namun tak ada lagi pencurian uang negara, penghentian pemerasan oleh petinggi-petingginya, taubat nasuha  dari segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme adalah bentuk “sujud yang sesungguhnya”.

Demi Allah, Tuhan mengutus Nabi Muhammad SAW untuk memperbaiki  akhlaq manusia, dan bukan untuk mengajari manusia berbuat ritual sesat . 90 persen lebih penduduk indonesia adalah umat islam dan luar biasa mesjidnya-pun megah-megah dan bahkan  jamaah hajipun terbesar di muka bumi, namun sayang ibadahnya tersesat jauh dari makna sebenarnya.  Persis seperti keadaan pada waktu Nabi Muhammad SAW diutus, dimana manusia saat itu juga terjadi eforia ibadah haji yang katanya mengikuti millah Ibrahim namun sungguh mereka ingkar dan tersesat jauh dari makna sesungguhnya, pekerjaan sehari-harinya adalah penindasan penganiayaan satu sama lain dan bahkan menuduh Muhammad tersesat kerena beliau hendak menerapkan prinsip kejujuran keadilan bagi jazirah arab dan semesta. Sungguh penentang hukum-hukum Allah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, namun Allah telah mengunci mati hati mereka, kecuali yang dikehendaki untuk diselamatkan.

Nusantara dan dunia berada pada masa kritis antara dibinasakan atau diselamatkan. Namun saya yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkan, karena manusia-manusia syurga terus menunjukkan usahanya dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri dan lingkungannya. Semoga kita termasuk yang memenangkan pergulatan jiwa tsb menemukan Tuhan kembali. Alfatihah. Aamien.

Syafiih kamil

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s