2014 Pertarungan saudagar?

Menurut hitung-hitungan sederhana, Golkar cukup diatas angin, dan ini juga diperkuat oleh beberapa survey baru-baru ini, walaupun juga diragukan ke-valid-annya. Namun masyarakat masih trauma dengan Golkar apalagi dengan ikon Ical yang diragukan akan memenuhi harapan banyak orang. Ke-frustasi-an akan semakin memuncak bila model kepemimpinan saat ini (sby) ber-estafet ke golkar (Ical), apalagi ke PDIP (Mega), kecuali Tuhan berkenan memberika hidayah kepada “Golkar” atau “PDIP”.

Namun harapannya besar bahwa akan ada pemutusan mata rantai kepemimpinan jahiliyah ini. Optimisme untuk terus belajar tetap ada, tak mungkin rakyat (termasuk kompasianer) berpangku tangan membiarkan kebodohan ini, sehingga nasib Republik ini secara terus menerus akan jatuh kembali ke tangan-tangan kotor dan berdarah. Butuh keseriusan belajar membedakan antara warna-warna dalam kehidupan antara yang merah kuning hijau dan seterusnya. Karena sesungguhnya tipu daya gentanyangan setiap saat, dan siap mencaplok kepala-kepala yang jiwanya kosong.

Empat kali Indonesia melaksanakan suksesi kepemimpinan (ada pendapat bahwa Mega dan Habibi gak dihitung karena cuma melanjutkan), namun tak menampakkan tanda-tanda kearah perbaikan yang signifikan. Presiden pertama dari tehnokrat, kemudian disusul tentara, kyai dan tentara lagi, namun tetap tiada hasil yang bisa dibanggakan. Banyak yang berharap terhadap Gus Dur, namun ia dijegal oleh temen seperjuangan sendiri yaitu Amin rais dan Mega. Gus dur cukup menyumbangkan egaliterisme dalam transisi otoritarian ke demokrasi.

Kemudian menjadi penasaran sekaligus juga kekhwatiran oleh siapa Indonesia kedepan akan di nahkodai. Sby yang tentara ternyata menyisakan kekecewaan mendalam bagi masyarakat. Estafet selanjutnya entah dari mana, mungkin bisa jadi dari background entrepreneur. Mengapa?

Ingat profesi entrepreneur menarik untuk dicermati, saya teringat profesi Nabi Muhammad SAW yang juga seorang entrepreneur sejati. Adakah Tuhan kebetulan memilih dari background saudagar?

Saudagar berasal dari sanskerta, sau= seribu, dagar=akal. Ada daya fikir eskalatif dan kreatif. Ada tempaan tantangan berlapis yang membuat kepribadiannya matang. Tempaan itu membuat ia mamahami rumus, struktur dan sendi kehidupan dengan baik, sehingga lihai memainkan papan catur untuk memenangkan sebuah persaingan.

Tak terbantahkan bahwa pemilik modal adalah pemegang kendali dunia saat ini termasuk di Indonesia. Banyak yang menduga bahwa kapitalis terkuat saat ini dari bangsa yahudi kemudia disusul arab. Kita tahu sejak zaman dahulu bahwa yahudi begitu cekatan dalam berdagang. Dizaman materialisme sudah menjadi keniscayaan bahwa materi memegang kendali. Siapa yang memiliki materi berlebih, maka ia yang akan memainkan papan catur tsb. Baik mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, sampai tingkat nasional dan bahkan dunia para kapitalislah yang memegang kendali.

Saudagar yang saya maksud tentunya yang mempunyai track record yang mulia. Kenyataan saat ini tidak bisa  dipungkiri bahwa dunia usaha adalah dunia gelap dan bahkan berdarah-darah. Kita saksikan bersama bagaimana hegemoni barat memporak-porandakan tatanan masyarakat dunia dengan perang, karena motivasi minyak dan tambang-tambang lainnya. Hal ini tentu kita saksikan bagaimana persaingan bisnis tidak sehat menyelimuti negeri ini. Siapa kuat ia dapat, persis bak hukum rimba. Kehadiran pemerintah sebagai penyelenggara Negara juga selalu berfihak kepada pemilik modal, karena ada kepentingan untuk kelangsungan nasib kekuasaan dimana keyakinan filsafatnya bahwa harus ditunjang oleh modal yang cukup untuk melanggengkan tahtanya. Akibatnya rakyat lemah tak bisa berkutik apa-apa. Pemandangan ini begitu sangat memuakkan, semakin detil memahami segala bentuk penindasan, semakin tinggi adrenalin dalam tubuh.

Bicara pengusaha Indonesia tentu nama Bakrie merupakan bagian dari sederetan nama-nama pengusaha sukses, namun banyak orang meragukan track recordnya. Kemungkinan maju sebagai capres, Ical mempunyai cukup peluang karena ia juga ketua umum partai Golkar, namun perjalana ke RI 1, saya yakin tak akan mulus karena tak sedikit masyarakat yang begitu sinis dengan ikon Ical.

Dengan demikian mesti ada sosok alternatif. Saat ini semua mata memandang sosok Dahlan Iskan, menteri BUMN yang baru dilantik. Sebagai seorang pengusaha saya yakin ia tak kalah dari Ical, dan bahkan Dahlan banyak menorehkan tinta-tinta kebaikan dalam benak masyarakat. Kecakapan sang DI saya kira akan teruji dan terlihat setelah ia 1 tahun menakhkodai BUMN. Akankah ia juga berhasil membikin gebrakan besar seperti di PLN? Masyarakat semua menantikan. Bila berhasil maka secera otomatis popularitas dia akan semain meroket. Saat ini ia tak bediri dipartai manapun, namun tak menutup kemungkinan rakyat secara aklamasi mengusung DI sebagai capres utama dalam pemilu 2014, yang mau tidak mau parpol juga mesti ikut arus masif masyarakat.

Akankan DI vs Ical akan benar terjadi di 2014? Bila demikian saya yakin DI akan memenangkan pentandingan secara mutlak apalagi apabila ia didapuk dengan Mahfud MD, sebagai partner ahli hukum.

Salam kebangkitan INDONESIA RAYA.

Iklan

2 respons untuk ‘2014 Pertarungan saudagar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s